Judul Buku: Filosofi Kopi
Pengarang: Dewi Dee Lestari
Format: Soft Cover
ISBN :6028811610
ISBN13 :9786028811613
Tanggal Terbit :8 April 2015
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Bentang Pustaka
FILOSOFI KOPI
Kisah yang menceritakan tentang seorang pengusaha café kopi di jakarta yang sedang mengalami krisis keuangan. Pengusaha tersebut memiliki utang 800 juta milik ayahnya dan uang sewa yang belum di bayar hampir 4 bulan. Jody, sang pengusaha tersebut harus mencari solusi dalam masalah ini. Temannya Ben adalah barista café tersebut. Ben memiliki kecintaan yang besar terhadap kopi.
Setiap Jody mempunyai pendapat tentang cara untuk meningkatkan pendapatan Ben selalu menolak. Dia selalu berfikir kalau kopi yang enak akan mendatangkan pelanggan dengan sedirinya. Sementara itu, keuangan café terus menurun namun Ben selalu meminta kopi kopi berkualitas sehingga membuat usaha Jody semakin mengalami krisis keuangan.
Pada suatu hari datang seorang pengusaha besar menawarkan uang sebesar 100 juta rupiah jika ia bisa membuat kopi yang enak sekali. Ben menolak tawaran itu namun memberi penawaran lain dengan percaya diri ia meminta kalau ia berhasi pengusaha itu harus memberikan 1 miliyar rupiah kepada Ben. Jika ia gagal maka Ben akan membayar 1 miliyar rupiah kepadanya
Dengan penawaran itu jody semakin pusing dengan kelakuan temannya itu. Tapi Ben meminta waktu dan meminta Jody menyiapkan bahan baku kopi paling berkualitas untuk membuat kopi terbaik yang akan dia racik. Selama sepekan Ben meracik kopi terbaiknya. Ben merasa kalau dia berhasil membuat kopi terenak di seluruh dunia .Mereka mulai menjualnya di café dan ternyata banyak sekali yang tertarik dengan kopi itu.
Suatu hari seseorang bernama El datang ke cafe Jody untuk merasakan kopi yang telah viral di seluruh media tersebut . El adalah seorang wanita yang sedang membuat riset buku mengenai varian kopi di seluruh dunia. Tetapi setelah ia mencoba kopi buatan Ben dia merasa kalau kopi itu biasa saja.
Ben tidak terima jika kopi yang dia kerjakan berhari-hari dengan susah payah di sebut biasa saja. El mengatakan kalau dia pernah merasakan kopi yang jauh lebih lezat di di banding kopi buatan Ben. Kopi itu adalah kopi Tiwus. Kopi yang baru ia rasakan beberapa bulan yang lalu di salah satu desa di indonesia.
Setelah kedatangan El ke cafenya, Jody mengajak Ben mencari kopi tiwus.Tetapi Ben masih merasa bahwa kopi buatannya tidak akan bisa dikalahkan oleh kopi yang dibuat dengan cara tradisional. Jody bingung harus berbuat apa sampai akhirnya ia ingin menjual café nya agar dapat membayar utang dan membayar 1 miliyar karena gagal membuat kopi terbaik. Ben tidak setuju dengan rencana itu namun pada akhirnya dia memutuskan mengikuti rencana Jody yaitu mencari kopi tiwus bersama El.
Sesampainya di desa mereka langsung mencoba kopi tiwus.Ben bertanya apa rahasia yang membuat kopi tiwus menjadi sangat lezat.Pak seno sebagai pembuat kopi tiwus mengajak Ben untuk melihat kebun kopinya. Setelah melihat kebun kopi pak Seno dan mendengar penjelasan pak Seno dia mengingat masa kecil saat bersama ayahnya.
Akhirnya mereka pulang membawa kopi tiwus untuk diracik oleh Ben. Setelah mereka pulang dari desa Ben mulai meracik kopi menggunakan bahan kopi tiwus. Tibalah saatnya hari dimana Ben dan Jody diundang ke tempat kerja si pengusaha. Pada saat itu ada pengusaha lain yang ingin bekerja sama. Kemudian pengusaha itu meminta Ben membuatkan dia kopi.
Akhirnya Ben dan Jody mendapatkan uang 1 miliyar itu. Tetapi Ben memutuskan untuk berhenti membuat kopi lagi. Ben memutuskan untuk pulang kampung untuk bertemu bapaknya di desa. Ben mengira bapaknya membenci kopi, namun ternyata prasangka tersebut tidaklah benar. Ayah Ben meminta untuk dibuatkan secangkir kopi. ben sadar bahwa ayahnya selalu mencintai kopi. Akhirnya Ben memutuskan untuk kembali bersama Jody dan kawannya di cafe filosofi kopi melanjutkan usaha bersama.
Peresensi: Haris Fadillah
Kelas: X IPA 2




